MA Darus Salam – 17 April 2026 | Alun-alun Kabupaten Cilacap berubah menjadi panggung warna-warni pada Kamis, 16 April 2026, ketika sekitar dua ribu siswa dari lima puluh dua lembaga pendidikan PAUD dan RA menampilkan aksi drumband yang memukau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-170 Kabupaten tersebut. Kegiatan yang dinamakan Gebyar Drumband tingkat kabupaten ini sekaligus menjadi wujud implementasi program kerja Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Cilacap tahun 2026, menarik perhatian warga setempat dan media lokal.
Panitia penyelenggara yang dipimpin oleh Bapak Kuncoro menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana pengembangan bakat musik sejak usia dini. “Alhamdulillah, peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 52 lembaga atau sekitar 2.000 anak. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujar Kuncoro dalam sambutan pembuka. Menurutnya, kesempatan bagi anak-anak untuk berlatih dan tampil di depan publik tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan disiplin.
Acara dimulai dengan demonstrasi singkat dari grup drumband senior PDBI, menampilkan kombinasi ritme tradisional dan modern yang memukau. Setelah itu, masing-masing lembaga pendidikan mempersembahkan penampilan mereka. Anak-anak PAUD dengan kostum cerah dan alat musik miniatur berhasil mengekspresikan kegembiraan lewat dentuman drum yang terkoordinasi. Sementara peserta RA menampilkan pola irama yang lebih kompleks, memperlihatkan perkembangan teknik yang signifikan dalam kurun waktu singkat.
Ketua Umum PDBI yang hadir melalui perwakilan, Bapak Supriyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bukti konkret bahwa pembinaan minat dan bakat musik dapat dimulai sejak usia dini. “Kami berharap setiap anak dapat menemukan passion-nya di bidang seni, karena seni adalah bahasa universal yang mempererat persaudaraan,” ungkap Supriyadi, sambil menambahkan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama penyelenggaraan.
Pihak pemerintah daerah juga memberikan dukungan kuat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Mohammad Munif, menilai acara ini memiliki nilai strategis dalam membentuk generasi masa depan. “Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya mencetak generasi yang kreatif, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional,” kata Munif. Ia sekaligus menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta: tampillah dengan percaya diri dan nikmati setiap detak drum yang Anda ciptakan.
Para guru dan orang tua juga tak luput dari sorotan. Banyak dari mereka yang secara sukarela membantu proses latihan, mengatur transportasi, dan memastikan anak-anak tiba tepat waktu. “Tanpa dukungan guru dan orang tua, acara ini tidak akan mungkin terwujud. Mereka adalah pilar utama yang menuntun anak-anak untuk berani tampil di depan publik,” ujar salah satu kepala sekolah PAUD yang tidak disebutkan namanya.
Secara teknis, acara ini mengusung konsep inklusif. Setiap lembaga diberikan waktu yang sama untuk menampilkan karya mereka, tanpa memandang tingkat kemampuan atau fasilitas yang dimiliki. Hal ini menciptakan suasana kompetitif namun tetap bersahabat, di mana para peserta saling memberi semangat satu sama lain. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari perwakilan PDBI, Dinas Pendidikan, serta tokoh seni lokal, yang menilai berdasarkan kriteria ritme, koordinasi, kreativitas, dan ekspresi.
Hasil penilaian menunjukkan variasi prestasi yang menarik. Beberapa lembaga PAUD berhasil meraih penghargaan khusus untuk kreativitas kostum, sementara beberapa RA memperoleh pujian atas kompleksitas pola ritme mereka. Namun, seluruh peserta mendapatkan penghargaan partisipasi, menegaskan nilai utama acara ini adalah pemberdayaan dan pembelajaran bersama.
Selain menumbuhkan minat musik, Gebyar Drumband ini diharapkan memberikan dampak positif pada karakter anak. Menurut Kuncoro, proses latihan yang rutin menanamkan nilai disiplin, kerja sama tim, serta rasa tanggung jawab. “Anak-anak belajar menghargai waktu, menyesuaikan diri dengan kelompok, dan mengatasi rasa gugup ketika tampil,” jelasnya.
Acara berakhir dengan penutupan yang hangat, di mana seluruh peserta bersama juri menyalakan lampu-lampu kecil sebagai simbol harapan dan semangat terus berkarya. Suasana tetap hangat meski hari mulai gelap, menandakan keberhasilan penyelenggaraan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif.
Keberhasilan Gebyar Drumband tingkat kabupaten Cilacap ini memberikan contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi seni anak usia dini. Diharapkan, momentum ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus melibatkan lebih banyak lembaga pendidikan, memperluas jaringan kolaborasi, serta menambah kualitas bakat musik generasi muda Indonesia.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan komunitas seni, generasi masa depan Cilacap dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai karakter dan kreativitas.
