MA Darus Salam – 18 April 2026 | Rangkaian Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Pesantren Tebu Ireng (IKAPETE) 2026 dan Festival Pesantren Tebuireng terus memukau publik dengan beragam agenda yang sarat nilai edukatif dan ekonomi. Pada Sabtu, 17 April 2026, sorotan utama beralih ke Bazar IKAPETE yang mempertemukan sekitar dua puluh stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) alumni pesantren dari berbagai daerah. Bazar ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga wadah bagi para alumni untuk memperkenalkan inovasi, menguji pasar, dan memperluas jaringan bisnis.
Acara resmi dibuka oleh Ibu Nyai Lelly Lailiyah Hakim, tokoh senior pesantren yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Panitia Musyawarah Nasional IKAPETE. Prosesi pemotongan pita yang berlangsung di panggung utama menandai dimulainya serangkaian kegiatan yang dipenuhi antusiasme. Setelah upacara, pengunjung langsung diarahkan ke area bazar yang telah disiapkan dengan tata letak rapi, memudahkan pergerakan dan interaksi antara penjual dan pembeli.
Berbagai produk unggulan dipamerkan oleh UMKM alumni, mulai dari makanan tradisional, kerajinan tangan, fashion muslim, hingga produk teknologi ramah lingkungan. Salah satu stand yang paling ramai dikunjungi adalah “Kriya Nusantara” yang mempersembahkan anyaman rotan modern dengan sentuhan motif batik. Produk tersebut mendapat pujian karena kualitas pengerjaan yang tinggi serta estetika yang menggabungkan tradisi dan desain kontemporer.
Tak ketinggalan, “Rasa Klasik” menampilkan aneka kuliner khas Jawa Timur, seperti nasi pecel, soto Madura, dan kue lapis legit yang dibuat dengan resep turun-temurun. Pengunjung dapat mencicipi langsung, sehingga menciptakan pengalaman sensory yang kuat. Penjual mengungkapkan bahwa kehadiran di bazar IKAPETE membuka peluang untuk memperluas pasar di luar daerah asal mereka.
Di sektor fashion, “Hijab Elegance” memamerkan koleksi hijab premium berbahan katun organik dan sutra, lengkap dengan aksesoris pendukung seperti bros dan tas selempang. Desain yang ditawarkan mengedepankan kepraktisan namun tetap elegan, cocok untuk perempuan aktif yang mengutamakan nilai syariah dalam penampilan. Produk-produk tersebut berhasil menarik minat para pengunjung, terutama kalangan mahasiswa dan profesional muda.
Selain produk-produk konvensional, beberapa UMKM juga menonjolkan inovasi teknologi. “EcoTech Solutions” memamerkan lampu tenaga surya mini yang dapat dipasang di rumah tinggal, serta charger handphone berbahan bambu yang ramah lingkungan. Demonstrasi penggunaan energi terbarukan tersebut mendapat sambutan positif, mengingat meningkatnya kesadaran akan pentingnya sustainability di kalangan generasi muda.
Selama berlangsungnya bazar, panitia menyelenggarakan serangkaian kegiatan pendukung, antara lain workshop singkat tentang strategi pemasaran digital, sesi mentoring oleh para alumni sukses, serta kompetisi ide bisnis yang melibatkan mahasiswa pesantren. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan alumni serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri.
Reaksi pengunjung pun sangat positif. Banyak yang menyatakan bahwa bazar ini memberikan gambaran nyata tentang kontribusi alumni pesantren dalam perekonomian lokal dan nasional. Salah satu pengunjung, Budi Santoso, menyebutkan, “Saya terkesan dengan kualitas produk yang ditawarkan. Ini bukti bahwa pendidikan pesantren tidak hanya menekankan pada aspek spiritual, tetapi juga mengasah keterampilan praktis yang dapat bersaing di pasar modern.”
Data awal yang dikumpulkan oleh panitia menunjukkan bahwa total transaksi pada hari pertama mencapai lebih dari satu ratus juta rupiah, dengan rata-rata penjualan per stan mencapai lima puluh juta rupiah. Angka tersebut mencerminkan potensi ekonomi yang signifikan, terutama mengingat banyak UMKM alumni masih berada pada fase awal pengembangan bisnis.
Keberhasilan Bazar IKAPETE 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Gresik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta sponsor korporat yang menyediakan fasilitas logistik dan promosi. Sinergi ini memperkuat ekosistem bisnis yang inklusif, memungkinkan UMKM alumni untuk mengakses sumber daya yang sebelumnya sulit dijangkau.
Ke depan, panitia berencana menjadikan bazar ini sebagai agenda tahunan yang semakin diperluas, dengan menambah jumlah stan, memperkenalkan kategori produk baru, serta memperkuat jaringan distribusi melalui platform e‑commerce. Harapannya, Bazar IKAPETE dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM alumni di tingkat regional maupun nasional.
Secara keseluruhan, Bazar IKAPETE 2026 berhasil menampilkan kekayaan kreativitas, semangat inovasi, serta komitmen sosial para alumni pesantren. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas ekonomi pesantren, tetapi juga menegaskan peran strategis UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru.











