MA Darus Salam – Denpasar, Bali – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda Pulau Dewata pada Selasa 21 April 2026. Peringatan ini menekankan kemungkinan hujan lebat Bali disertai kilat, angin kencang, serta gelombang laut yang berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat dan wisatawan.
Suhu udara diperkirakan tetap berada pada kisaran 20°C hingga 31°C, sementara kelembapan relatif akan berada di antara 66% hingga 99%. Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi memperkuat rasa lembap, khususnya menjelang sore ketika curah hujan mencapai puncaknya. BMKG menegaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh sirkulasi siklonik yang berkembang di wilayah tengah Indonesia, mempercepat pembentukan awan cumulonimbus di atas Bali.
Berikut ini rincian wilayah yang diproyeksikan akan mengalami intensitas hujan berbeda:
- Kota Denpasar dan Kabupaten Badung: Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan turun pada siang hingga sore hari, berpotensi menimbulkan genangan di area permukiman rendah.
- Kabupaten Bangli: Warga diharapkan waspada terhadap hujan petir yang dapat muncul secara mendadak, terutama pada sore hari.
- Kabupaten Buleleng dan Karangasem: Diprediksi hujan ringan namun berlarut lama, yang dapat mempengaruhi kegiatan pertanian dan pariwisata pantai.
- Kabupaten Tabanan, Gianyar, dan Jembrana: Hujan sedang merata diperkirakan melanda sebagian besar wilayah, meningkatkan risiko tanah longsor di daerah lereng.
Selain potensi hujan, BMKG mengingatkan adanya gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian 1,3 meter di perairan Laut Bali secara umum, sementara di perairan selatan ketinggian gelombang dapat naik hingga 2,5 meter. Kombinasi gelombang tinggi dan angin gusty meningkatkan bahaya bagi nelayan, pengunjung pantai, serta kapal penumpang kecil.
Berbagai langkah preventif telah disarankan untuk meminimalkan dampak cuaca buruk ini. Pertama, masyarakat diimbau untuk memastikan saluran drainase rumah dan lingkungan tetap bersih dari sampah organik maupun non‑organik, sehingga aliran air tidak terhambat. Kedua, hindari berkendara di daerah rawan banjir pada jam-jam puncak curah hujan, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima, termasuk lampu, rem, dan ban.
Pengendara sepeda motor khususnya disarankan memakai jas hujan anti air serta helm dengan visor anti kabut untuk menjaga visibilitas. Bagi mereka yang berencana melakukan aktivitas di laut, sebaiknya menunda perjalanan hingga kondisi gelombang menurun, atau setidaknya menggunakan perahu yang dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan lengkap.
Petugas kebencanaan setempat telah menyiapkan posko darurat di beberapa kecamatan yang rawan banjir. Posko tersebut dilengkapi dengan tim medis, bantuan logistik, serta tim relawan yang siap mengevakuasi warga bila diperlukan. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG, serta memperhatikan peringatan yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, BMKG juga menekankan pentingnya menghindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi angin kencang, karena cabang yang patah dapat menjadi bahaya tersendiri. Sebaiknya, gunakan tempat berlindung yang kuat atau tetap berada di dalam ruangan yang aman.
Secara keseluruhan, meskipun hujan lebat Bali dapat menimbulkan gangguan, persiapan matang dan kepatuhan pada rekomendasi resmi akan membantu masyarakat menjalani hari Selasa dengan aman. Dengan memantau perkembangan cuaca secara berkala dan menerapkan langkah pencegahan, dampak negatif dapat diminimalkan.
