Mahasiswa UNAIR Raih Empat Penghargaan ASEAN, Luncurkan Eduventure untuk Tingkatkan Pendidikan 3T

Liana Ulrica

April 18, 2026

Mahasiswa UNAIR Raih Empat Penghargaan ASEAN, Luncurkan Eduventure untuk Tingkatkan Pendidikan 3T
Mahasiswa UNAIR Raih Empat Penghargaan ASEAN, Luncurkan Eduventure untuk Tingkatkan Pendidikan 3T

MA Darus Salam – 18 April 2026 | Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Muhammad Maulana, mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Pada ajang Changemaker Youth ASEAN Excursion Batch 4 yang diselenggarakan di Singapura dan Malaysia antara 6 hingga 10 April 2026, Maulana berhasil meraih empat penghargaan sekaligus: 1st Media Presentation, 1st Best Group, 1st Best Presenter, dan Best Delegate. Keberhasilan ini menandai terpilihnya Maulana sebagai delegasi fully funded setelah bersaing ketat dengan peserta dari beragam perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Di dalam forum tersebut, Maulana mempresentasikan inovasi berbasis solusi yang ditujukan untuk mengatasi tantangan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan (SDG 4). Ide yang dipaparkan berupa aplikasi bernama Eduventure, sebuah platform edukasi yang menargetkan daerah-daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia. Eduventure dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikan elemen gamifikasi, sehingga proses belajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan bagi siswa di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

Keunikan Eduventure terletak pada pendekatan hybrid yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring. Menghadapi tantangan infrastruktur internet yang masih terbatas di banyak daerah pelosok, aplikasi ini memanfaatkan sistem digitalisasi modul luring. Materi-materi pembelajaran yang berasal dari perpustakaan besar di kota Jakarta dan Surabaya dipindai, dioptimalkan, dan dapat diakses secara offline oleh siswa di Papua, Maluku, dan wilayah 3T lainnya. Selain itu, Eduventure dilengkapi dengan fitur pemantauan perkembangan belajar, dashboard khusus untuk guru, serta dukungan Artificial Intelligence yang dapat menganalisis kemampuan dan kemajuan tiap siswa secara real time.

Selama presentasinya, Maulana menonjolkan strategi interaktif yang melibatkan audiens secara aktif. Dengan teknik “direct question”, ia mengajak peserta forum untuk berpartisipasi, sekaligus menampilkan kepemimpinan inklusif yang menekankan kolaborasi tim. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pesan utama tentang pentingnya inovasi pendidikan, tetapi juga memperlihatkan kemampuan Maulana dalam menyampaikan ide secara jelas, persuasif, dan memikat.

Berikut beberapa fitur utama Eduventure yang disorot dalam presentasi:

  • Gamifikasi Pembelajaran: Menggunakan elemen permainan seperti poin, badge, dan tantangan untuk meningkatkan motivasi siswa.
  • Modul Offline: Materi yang diunduh dapat diakses tanpa koneksi internet, memungkinkan siswa di daerah tanpa jaringan tetap mendapatkan konten berkualitas.
  • Dashboard Guru: Menyajikan data real-time tentang kehadiran, partisipasi, dan hasil evaluasi siswa, sehingga guru dapat memberikan umpan balik yang tepat waktu.
  • Analisis AI: Algoritma AI memetakan pola belajar, mengidentifikasi kesulitan, dan merekomendasikan materi tambahan yang sesuai.
  • Kolaborasi Antar Sekolah: Platform memungkinkan pertukaran sumber belajar antara sekolah di kota besar dan daerah 3T, memperluas jaringan pengetahuan.

Keberhasilan Maulana tidak lepas dari persiapan matang, termasuk riset mendalam tentang kebutuhan pendidikan di daerah tertinggal serta kolaborasi dengan pakar teknologi dan pendidikan. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk bersaing di tingkat global, serta komitmen untuk terus mengasah kemampuan diri melalui kerja keras dan inovasi. “Kesempatan internasional terbuka lebar bagi mereka yang berani melangkah, bersedia belajar, dan bertekad menjadikan ide mereka berdampak,” ujar Maulana dalam sambutan penutupnya.

Prestasi ini juga menjadi sorotan bagi Universitas Airlangga, yang secara konsisten mendukung mahasiswa dalam mengembangkan solusi berkelanjutan. Pihak universitas menyatakan bahwa dukungan akademik, fasilitas riset, dan jaringan industri menjadi faktor penting yang memperkuat kemampuan mahasiswa untuk berkontribusi pada agenda pembangunan nasional dan internasional.

Dengan Eduventure, diharapkan kualitas pendidikan di daerah 3T dapat mengalami peningkatan signifikan. Akses materi berkualitas tinggi, pemantauan progres yang terintegrasi, serta pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dapat menurunkan kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok. Jika diimplementasikan secara luas, platform ini berpotensi menjadi model replikasi bagi program edukasi serupa di negara-negara berkembang lainnya.

Secara keseluruhan, pencapaian Muhammad Maulana tidak hanya mencerminkan kemampuan individu, tetapi juga menggambarkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan global. Melalui Eduventure, ia menegaskan komitmen untuk mengubah paradigma pendidikan, menjadikan proses belajar lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan bagi seluruh anak bangsa, termasuk mereka yang berada di wilayah paling terpencil.

Ke depan, tim pengembang Eduventure berencana melakukan pilot project di beberapa sekolah di Papua dan Nusa Tenggara Timur, serta menggalang kerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga donor internasional. Harapannya, dalam waktu dua tahun ke depan, aplikasi ini dapat menjangkau lebih dari 200.000 siswa, memberikan dampak positif yang terukur pada capaian SDG 4 di Indonesia.

Related Post