MA Darus Salam – 17 April 2026 | Semarang, 17 April 2026 – Artotel Group resmi meluncurkan program inovatif yang menekankan praktik makan berkelanjutan melalui inisiatif berjudul “Rebellious Hunger”. Program ini dikelola oleh divisi Food & Beverages Artotel Dine dan dirancang untuk mengubah pola layanan kuliner di semua hotel dan resort yang berada di bawah naungan grup tersebut di Indonesia.
Fokus utama “Rebellious Hunger” adalah mengintegrasikan menu berbasis tanaman (plant‑based) ke dalam penawaran reguler serta pilihan buffet. Langkah ini tidak sekadar menambah variasi menu, melainkan menjadi fondasi strategi keberlanjutan yang selaras dengan kerangka ESG (Environmental, Social, and Governance) Artotel Group. Menurut Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer Artotel Group, kolaborasi ini merupakan perubahan struktural yang akan berlanjut dalam jangka panjang, bukan sekadar program percobaan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Artotel Group menggandeng dua mitra strategis: Burgreens, jaringan restoran plant‑based terkemuka di Indonesia, dan Green Rebel, pemasok utama bahan baku nabati. Burgreens berperan dalam merancang menu yang mudah diterima pasar sekaligus tetap mengedepankan nilai komersial. Sementara Green Rebel menjamin kualitas, konsistensi, serta transparansi dalam rantai pasokan bahan baku plant‑based, mulai dari sayuran organik hingga protein nabati inovatif.
Berikut beberapa langkah konkret yang akan diterapkan di setiap properti Artotel:
- Penambahan setidaknya tiga pilihan menu plant‑based dalam setiap menu utama dan buffet.
- Pelatihan koki dan staf layanan tentang teknik memasak berbasis nabati serta pentingnya pengurangan limbah makanan.
- Penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk layanan take‑away dan layanan kamar.
- Pelaporan bulanan mengenai jejak karbon dan penggunaan bahan baku berkelanjutan untuk keperluan audit ESG.
Inisiatif ini diluncurkan secara nasional pada April 2026, menandai komitmen jangka panjang Artotel Group dalam membangun ekosistem kuliner yang lebih bertanggung jawab. Dengan mengedepankan sumber daya yang berkelanjutan, Artotel berharap dapat menarik segmen traveler modern yang semakin sadar akan dampak lingkungan dari pilihan makanan mereka.
Pengembangan menu plant‑based tidak hanya diarahkan pada segmen vegetarian atau vegan, melainkan juga kepada konsumen umum yang ingin mencoba alternatif lebih sehat dan ramah lingkungan. Menurut Eduard, “Kami ingin menunjukkan bahwa dining berkelanjutan dapat diterapkan secara praktis, mudah diakses, serta tetap sejalan dengan performa bisnis.”
Kolaborasi dengan Burgreens dan Green Rebel diharapkan dapat mempercepat adopsi menu nabati di seluruh properti, termasuk hotel flagship Artotel di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Selain itu, program ini membuka peluang bagi pemasok lokal untuk berpartisipasi dalam rantai pasok yang lebih transparan, meningkatkan ekonomi sirkular di wilayah-wilayah operasional grup.
Artotel Group juga menyiapkan kampanye edukasi bagi tamu, termasuk materi visual di ruang makan, menu digital yang menyoroti nilai gizi dan dampak lingkungan tiap hidangan, serta workshop memasak plant‑based yang dijadwalkan secara berkala. Upaya edukatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran konsumen serta menumbuhkan kebiasaan makan yang lebih berkelanjutan.
Secara keseluruhan, “Rebellious Hunger” bukan sekadar label marketing, melainkan sebuah strategi bisnis yang menggabungkan tanggung jawab sosial, keberlanjutan lingkungan, dan profitabilitas. Dengan dukungan penuh dari manajemen senior dan mitra industri, Artotel Group menargetkan peningkatan penjualan menu plant‑based sebesar 20 persen dalam dua tahun pertama, sekaligus mengurangi emisi karbon terkait operasi dapur hingga 15 persen.
Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi contoh bagi pelaku hospitality lain di Indonesia untuk mengintegrasikan praktik dining berkelanjutan ke dalam model bisnis mereka. Artotel Group menegaskan bahwa perubahan ini adalah bagian dari evolusi industri perhotelan menuju masa depan yang lebih hijau dan inklusif.
Dengan langkah konkret, kolaborasi strategis, dan komitmen jangka panjang, Artotel Group berharap “Rebellious Hunger” dapat menjadi katalisator perubahan perilaku konsumen dan standar industri, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para tamu yang semakin mengutamakan keberlanjutan dalam pilihan kuliner mereka.











