MA Darus Salam – Pengurus Cabang Muaythai Indonesia (CMI) Kota Cimahi kembali menggelar turnamen bergengsi yang kini telah memasuki edisi kedua, yakni Cimahi Bukbek Vol 2. Kompetisi ini diselenggarakan pada Minggu, 19 April 2026 di GOR Sangkuriang, Cimahi, dan menjadi momentum penting dalam rangka mempersiapkan para atlet Muaythai menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan diselenggarakan di Bekasi.
Turnamen ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, melainkan juga sebagai wadah pembinaan intensif. Selama tiga hari berturut‑turut, para petarung dari berbagai klub di wilayah Jawa Barat diuji kemampuan teknik, taktik, serta kebugaran fisik mereka. Penyelenggara menekankan bahwa Cimahi Bukbek Vol 2 dirancang untuk meniru atmosfer kompetisi tingkat provinsi, sehingga atlet dapat merasakan tekanan dan dinamika pertandingan sesungguhnya sebelum memasuki panggung Porprov.
Acara dimulai dengan pembukaan resmi yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Cabang Muaythai Indonesia Kota Cimahi, Budi Santoso. Dalam sambutannya, Budi menegaskan pentingnya sinergi antara pelatih, atlet, dan pihak sponsor dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. “Kami berharap turnamen ini menjadi batu loncatan bagi para atlet untuk menorehkan prestasi di Porprov 2026,” ujarnya.
Seluruh pertandingan dibagi dalam tiga kategori utama: kelas berat, kelas menengah, dan kelas ringan, masing‑masing memiliki sub‑kategori laki‑laki dan perempuan. Total ada 48 kontestan yang berhasil lolos seleksi awal, termasuk nama‑nama muda berbakat seperti Rian Pratama (kelas menengah), Siti Nurhaliza (kelas ringan perempuan), dan Ahmad Fauzi (kelas berat). Ketiganya telah menunjukkan performa konsisten pada kejuaraan regional tahun sebelumnya.
- Lokasi: GOR Sangkuriang, Cimahi
- Tanggal: 19 April 2026
- Kategori: Muaythai (kelas berat, menengah, ringan)
- Peserta: 48 atlet dari berbagai klub Jawa Barat
- Tujuan: Persiapan Porprov 2026
Selama kompetisi, panitia menyediakan fasilitas medis lengkap, termasuk tim dokter olahraga dan fisioterapis, untuk memastikan keselamatan dan pemulihan cepat bagi para petarung. Selain itu, sesi edukasi mengenai nutrisi atletik, manajemen stres, dan anti‑doping juga diselenggarakan secara paralel, menegaskan komitmen CMI dalam mengembangkan atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dan berintegritas.
Para pelatih mengamati secara detail setiap pertandingan, mencatat kekuatan dan kelemahan masing‑masing atlet. Data ini kemudian dianalisis untuk menyusun program latihan yang lebih terarah menjelang Porprov. Salah satu pelatih senior, Iwan Hidayat, menuturkan, “Turnamen ini memberi kami gambaran jelas tentang level kompetisi di provinsi, sehingga kami dapat menyesuaikan strategi latihan, baik dari segi teknik maupun kebugaran.”
Tak hanya atlet, turnamen ini juga melibatkan komunitas luas, termasuk sponsor lokal, media, serta relawan. Dukungan dari perusahaan sport equipment lokal, seperti PT. Sportiva, memberikan perlengkapan sarung tinju dan seragam berkualitas tinggi. Sementara itu, liputan media lokal membantu memperluas jangkauan informasi, meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap Muaythai sebagai olahraga bela diri yang semakin populer.
Hasil akhir turnamen menunjukkan dominasi klub Muaythai Cimahi United, yang berhasil meraih tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Prestasi ini menegaskan bahwa program pembinaan di Kota Cimahi telah berjalan efektif. Namun, klub lain seperti Bandung Warriors dan Tasikmalaya Titans juga menampilkan performa kuat, menambah persaingan sehat yang diharapkan dapat mendorong kualitas keseluruhan atlet Muaythai Jawa Barat.
Menutup acara, Budi Santoso menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi, termasuk pemerintah kota Cimahi yang menyediakan fasilitas GOR Sangkuriang secara gratis. Ia menambahkan, “Kami optimis, dengan semangat dan persiapan yang matang, para atlet Muaythai kami akan menjadi kontingen yang kompetitif di Porprov 2026, bahkan berpotensi meraih medali emas bagi provinsi Jawa Barat.”
Secara keseluruhan, Cimahi Bukbek Vol 2 tidak hanya berhasil menyajikan kompetisi yang seru dan profesional, tetapi juga menjadi platform penting untuk meningkatkan kualitas atlet Muaythai menjelang ajang provinsi. Keberhasilan turnamen ini menjadi bukti bahwa investasi dalam pembinaan olahraga di tingkat daerah dapat menghasilkan atlet yang siap bersaing di panggung yang lebih besar.











