Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Dorong Inovasi Pengusaha Muda untuk Tingkatkan Perekonomian Daerah

Humeera arishanti

April 20, 2026

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Dorong Inovasi Pengusaha Muda untuk Tingkatkan Perekonomian Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Dorong Inovasi Pengusaha Muda untuk Tingkatkan Perekonomian Daerah

MA Darus Salam – Semarang, 19 April 2026 – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya kreativitas dalam dunia usaha pada Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang digelar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah. Acara yang berlangsung di Green Valley Hotel, Bandungan, Kabupaten Semarang, menjadi ajang bagi Luthfi untuk mengajak pengusaha muda berperan aktif dalam mengangkat perekonomian daerah melalui ide-ide segar dan kolaborasi lintas sektor.

“Hipmi adalah wadah pengusaha muda, maka mereka harus memiliki kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja dan ekonomi baru. Tidak menunggu, melainkan menjemput bola,” ujar Luthfi di depan para peserta. Ia menekankan bahwa dalam situasi geopolitik dan ekonomi global yang terus berubah, kemampuan berinovasi menjadi kunci utama bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan sektor swasta harus ditingkatkan. “Hipmi adalah bagian dari pemerintahan kolaboratif. Setiap cabang Hipmi harus menyesuaikan programnya dengan kebijakan daerah, bertemu bupati atau walikota, serta berkontribusi pada industri padat karya,” jelasnya.

Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Luthfi dalam pidatonya:

  • Mendorong pengusaha muda untuk mengembangkan produk dan layanan berbasis teknologi.
  • Memperkuat sinergi antara Hipmi dan pemerintah daerah dalam hal perizinan, pendanaan, dan optimalisasi aset publik.
  • Menjadikan Hipmi sebagai agen perubahan dalam program industri padat karya di masing‑masing kabupaten/kota.
  • Meningkatkan investasi melalui kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri yang telah menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Tengah.

Data resmi yang diungkapkan selama forum menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berada pada kisaran 5,37% tahun ini. Angka tersebut, menurut Gubernur, merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah dan dunia usaha, termasuk kontribusi signifikan dari pengusaha muda. Ia menambahkan, “Kami ingin menjaga tren positif ini dan terus meningkatkan daya tarik investasi di provinsi ini.”

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, menyoroti pencapaian investasi yang meningkat menjadi 6,76% pada tahun 2025, naik dari 6,5% tahun sebelumnya. “Pertumbuhan investasi yang konsisten menunjukkan bahwa kebijakan pro‑bisnis dan pengembangan KEK berhasil menarik minat investor,” kata Said.

Beberapa pengusaha muda yang hadir menyampaikan aspirasi mereka, mulai dari perizinan yang lebih cepat hingga pemanfaatan optimal aset pemerintah. Salah satu peserta, Eko dari Banjarnegara, mengapresiasi komitmen Gubernur dalam memfasilitasi dialog antara bupati, walikota, dan Hipmi. “Selama ini sulit bertemu bupati, namun dengan koordinasi baru ini kami berharap kerjasama menjadi lebih mudah,” ujarnya.

Gubernur Luthfi menutup forum dengan mengajak semua pihak untuk terus berinovasi dan menumbuhkan budaya kolaboratif. “Kita tidak boleh berdiam diri. Kreativitas bisnis adalah motor penggerak perekonomian daerah, dan pengusaha muda adalah pelopor perubahan itu,” pungkasnya.

Dengan tekad kuat dari kepemimpinan provinsi dan dukungan aktif dari komunitas pengusaha muda, Jawa Tengah berharap dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil sekaligus meningkatkan kualitas lapangan kerja bagi masyarakat. Upaya bersama ini diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis dan berkelanjutan.

Related Post