MA Darus Salam – 17 April 2026 | Rangkaian serah terima jabatan (sertijab) Kapolrestabes Semarang dilaksanakan secara khidmat pada Kamis, 16 April 2026, di Markas Polres Semarang. Upacara tersebut menandai peralihan kepemimpinan dari Brigjen Pol M. Syahduddi, S.I.K., M.Si. kepada Kombes Pol Heri Wahyudi, S.I.K., M.M., serta menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas internal dan kesinambungan kinerja satuan.
Acara dimulai pada pukul 08.15 WIB dengan tradisi penyambutan pejabat baru yang dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang serta jajaran perwira Polri. Heri Wahyudi disambut melalui pengalungan bunga, pemberian buket, laporan jajar kehormatan, dan pedang pora, simbol-simbol adat kepolisian yang menegaskan legitimasi kepemimpinan baru. Selanjutnya, pemotongan pita bunga melati di lobi Markas Polrestabes menjadi penanda resmi dimulainya masa jabatan Heri Wahyudi.
Serangkaian prosedur administratif mendasari pelaksanaan sertijab ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor Kep/440/II/2026 tanggal 27 Februari 2026, serta didukung oleh Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/II/KEP./2026. Selain itu, Surat Perintah Kapolrestabes Semarang Nomor Sprin/432/III/KEP./2026 mengatur rincian kepanitiaan rangkaian sertijab dan pisah sambut.
Setelah prosesi penyambutan, dilanjutkan dengan laporan kesatuan di lobi Markas Polrestabes. Brigjen Pol M. Syahduddi memaparkan kondisi operasional, capaian kinerja, serta tantangan yang dihadapi selama masa kepemimpinannya. Laporan tersebut mencakup peningkatan indeks keamanan wilayah, penurunan angka kejahatan, serta program-program inovatif dalam penanggulangan kamtibmas. Penyerahan buku laporan kesatuan kepada Heri Wahyudi dilengkapi dengan penandatanganan, menegaskan komitmen keberlanjutan program kerja.
Tak lama kemudian, seluruh personel Polrestabes Semarang berkumpul untuk Apel Farewell Parade di lapangan apel sekitar pukul 10.00 WIB. Upacara ini melibatkan semua tingkatan, mulai dari pejabat utama, perwira, hingga anggota dan ASN Polri, yang berbaris dalam kompi sesuai fungsi masing-masing. Suasana kebersamaan terasa kuat, menandakan semangat kolektif dalam melanjutkan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam sambutan perpisahan, Brigjen Pol M. Syahduddi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dukungan selama masa kepemimpinan. Ia juga mengutarakan permohonan maaf atas segala kekurangan dan menegaskan harapan agar Polrestabes Semarang terus berkembang di bawah kepemimpinan baru. Pernyataan tersebut mencerminkan budaya akuntabilitas dan rasa tanggung jawab yang dijunjung tinggi oleh institusi kepolisian.
Sementara itu, Kombes Pol Heri Wahyudi membuka masa jabatan barunya dengan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan kinerja, serta memperkuat kehadiran Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Semarang. “Kami akan melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih, dengan dukungan seluruh personel yang memiliki potensi dan semangat luar biasa,” ujar Heri Wahyudi.
Prosesi penutup dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB, di mana Heri Wahyudi secara simbolis melakukan pelepasan jabatan terhadap Brigjen Pol M. Syahduddi. Upacara ini melibatkan pejabat baru, jajaran pejabat utama, Bhayangkari, serta seluruh anggota, sebagai penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Syahduddi selama menjabat.
Serah terima jabatan ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme, soliditas, dan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat. Dengan kepemimpinan baru, Polrestabes Semarang diharapkan dapat terus meningkatkan efektivitas penegakan hukum, memperkuat kepercayaan publik, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh warga kota.
Secara keseluruhan, pergantian kepemimpinan di Polrestabes Semarang menandai babak baru dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban. Harapan besar kini tertuju pada Kombes Pol Heri Wahyudi untuk meneruskan dan memperluas capaian yang telah diraih, sekaligus mengatasi tantangan yang masih ada. Keberhasilan proses ini menjadi contoh positif bagi institusi kepolisian lain dalam melaksanakan transisi kepemimpinan yang terstruktur, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.











