MA Darus Salam – 18 April 2026 | Pesantren Tebuireng kembali menjadi saksi bersejarah pada Jumat dan Sabtu, 17-18 April 2026, ketika Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) secara resmi meluncurkan Musyawarah Nasional (Munas) sekaligus Festival Pesantren Tebuireng 2026. Acara yang mengusung tema “Membumikan Tradisi Luhur Pesantren, Menyongsong Indonesia Emas 2045” ini tidak hanya menjadi wadah dialog strategis, tetapi juga ajang mempererat ikatan alumni lintas generasi.
Ribuan alumni, tokoh pendidikan, serta para santri dan pengurus pesantren berkumpul di kampus utama Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kehadiran mereka menandakan komitmen kuat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tradisional yang telah lama menjadi landasan pendidikan Islam di tanah Jawa, sekaligus menyiapkan generasi pemimpin yang siap menatap tantangan Indonesia menuju tahun 2045.
Acara dibuka oleh Ketua Umum IKAPETE, KH. Ahmad Fauzi, yang menyampaikan sambutan hangat sekaligus mengingatkan pentingnya peran alumni dalam melestarikan warisan budaya pesantren. “Kita berada di persimpangan sejarah, dimana tradisi luhur harus dijaga, namun tetap harus relevan dengan dinamika bangsa,” ujar Fauzi. Ia menekankan bahwa Munas kali ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan momentum strategis untuk merumuskan kebijakan baru yang akan memandu jaringan alumni selama lima dekade mendatang.
Selama dua hari, rangkaian kegiatan meliputi:
- Pleno Musyawarah Nasional yang membahas visi-misi IKAPETE hingga 2045.
- Workshop kepemimpinan bagi alumni muda, dengan narasumber ahli manajemen dan kebijakan publik.
- Diskusi panel tentang integrasi nilai pesantren dalam pembangunan ekonomi digital.
- Festival budaya yang menampilkan seni tradisional, lomba tilawah, serta pameran inovasi santri.
Semua sesi dirancang untuk menghasilkan rekomendasi konkrit, termasuk pembentukan unit kerja khusus yang bertugas memperkuat jejaring alumni di tingkat provinsi, serta peluncuran program beasiswa bagi santri berprestasi yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan.
Dalam salah satu sesi panel, Dr. Siti Nurhaliza, pakar pendidikan Islam dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, menyoroti pentingnya “pendekatan multidisiplin” dalam mengembangkan kurikulum pesantren. Ia menegaskan bahwa tradisi keagamaan harus dipadukan dengan kompetensi teknis, seperti kecerdasan buatan dan ekonomi kreatif, untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing secara global.
Tak kalah penting, festival budaya yang menyertai Munas menampilkan pertunjukan wayang kulit, tari Saman, serta lomba qiro’ah yang melibatkan alumni muda. Penampilan-penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menegaskan nilai kebersamaan dan identitas budaya yang menjadi ciri khas pesantren.
Selama acara, panitia juga mengumumkan pembentukan “Komite Penguatan Jaringan Alumni 2026-2030”, yang akan mengelola database alumni, mengadakan pertemuan regional secara rutin, serta memfasilitasi kolaborasi antar alumni dalam bidang usaha, sosial, dan pendidikan. Komite ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mengimplementasikan rencana strategis yang telah disepakati dalam Munas.
Selain itu, dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045, IKAPETE menegaskan komitmen untuk mendukung program nasional dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Rencana aksi meliputi penyediaan modul pembelajaran berbasis digital, pelatihan kewirausahaan untuk santri, serta program mentoring antara alumni senior dan generasi muda.
Pengalaman dua hari yang intens ini menegaskan kembali peran sentral Pesantren Tebuireng sebagai pusat inovasi keagamaan dan sosial. Dengan dukungan kuat dari alumni yang tersebar di berbagai sektor, IKAPETE bertekad menjadikan pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menginspirasi kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan.
Keberhasilan Munas IKAPETE 2026 menunjukkan sinergi antara tradisi dan modernitas, serta menegaskan kesiapan komunitas pesantren dalam menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. Harapannya, langkah-langkah konkret yang dihasilkan akan memperkuat jaringan alumni, menumbuhkan kepemimpinan baru, dan menyalurkan energi positif ke seluruh lapisan masyarakat.











