MA Darus Salam – 17 April 2026 | Jakarta, 15 April 2026 – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmen untuk melaksanakan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 sesuai jadwal meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah terus memanas. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan terkait haji, sementara Menteri Haji dan Umroh K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim menambahkan bahwa pemantauan intensif terhadap perkembangan global sedang dilakukan.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Menteri Irfan menjelaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, menjadi fokus perhatian pemerintah. “Presiden telah memerintahkan agar keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, sehingga semua skenario penyelenggaraan haji dan mitigasi risiko harus berlandaskan prinsip tersebut,” ujarnya.
Pengamanan haji 2026 direncanakan meliputi tiga fase utama: keberangkatan jemaah dari Indonesia, perjalanan ke dan dari Tanah Suci, serta distribusi logistik selama pelaksanaan ibadah. Koordinasi intensif dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi untuk memastikan tidak ada gangguan operasional.
Berikut rincian kuota haji Indonesia tahun 2026 yang telah ditetapkan:
| Kategori | Jumlah Jemaah |
|---|---|
| Reguler (92%) | 203.320 orang |
| Khusus (8%) | 17.680 orang |
| Total | 221.000 orang |
Jadwal keberangkatan pertama dijadwalkan pada 22 April 2026, mengarah ke Madinah sebelum dilanjutkan ke Makkah. Keberangkatan terakhir direncanakan pada 21 Mei 2026, memastikan seluruh jemaah tiba tepat waktu untuk melaksanakan rukun haji. Puncak ibadah diperkirakan jatuh pada 22 Mei 2026, dengan inti pelaksanaan utama pada 26 Mei 2026. Proses pemulangan jemaah akan dilakukan secara bertahap mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Berikut rangkaian utama jadwal haji 2026:
- 22 April 2026 – Keberangkatan kloter pertama menuju Madinah.
- 30 April – Kedatangan di Tanah Suci dan persiapan aklimatisasi.
- 22 Mei – Puncak ibadah haji di Makkah.
- 26 Mei – Pelaksanaan inti rukun haji.
- 1 Juni – Mulai proses pemulangan jemaah secara bertahap.
- 1 Juli – Penyelesaian pemulangan semua jemaah.
Selain aspek operasional, pemerintah juga menyiapkan mekanisme mitigasi risiko yang meliputi pemantauan intelijen, penyediaan jalur evakuasi darurat, serta koordinasi medis lintas negara. Menteri Irfan menegaskan, “Jika situasi keamanan di Arab Saudi atau wilayah transit memburuk, kami memiliki rencana kontinjensi yang siap diaktifkan, termasuk penyesuaian rute penerbangan atau penundaan sementara, tanpa mengorbankan keselamatan jemaah.”
Upaya tersebut didukung oleh kerja sama bilateral dengan otoritas Saudi, yang telah menyampaikan kesiapan mereka untuk memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah Indonesia. Kedua belah pihak sepakat bahwa keamanan, kesehatan, dan kelancaran ibadah harus dijaga, meskipun dinamika politik di kawasan tetap tidak menentu.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah pusat, kementerian terkait, serta mitra internasional, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan tetap aman, teratur, dan sesuai dengan harapan umat Muslim Indonesia. Keseluruhan strategi menekankan pada kesiapan operasional, transparansi informasi, serta respons cepat terhadap setiap perubahan situasi geopolitik.











