MA Darus Salam – Polsek Medan Kota kembali menarik perhatian publik setelah mengumumkan bahwa penyelidikan kasus penipuan online senilai hampir Rp10 juta sedang digali secara mendalam. Kasus ini muncul beriringan dengan insiden ancaman yang menimpa salah satu korban, sehingga menambah urgensi pihak kepolisian untuk menuntaskan rangkaian kejahatan siber tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, menjelaskan bahwa penyelidikan kini berada pada tahap pendalaman data untuk mengidentifikasi pelaku sebenarnya. “Kami sedang melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku penipuan yang sebenarnya,” ucapnya dalam konferensi pers pada Minggu (19/4/2026). Ia menambahkan bahwa proses ini melibatkan analisis jejak digital, pemeriksaan rekening bank, serta koordinasi lintas wilayah mengingat transaksi diduga dilakukan dari luar daerah.
- Transfer pertama sebesar Rp2,5 juta dengan alasan deposit awal.
- Transfer kedua sebesar Rp3 juta karena barang dikatakan sedang diproses di gudang.
- Transfer ketiga sebesar Rp4,5 juta sebagai pelunasan dan biaya pengiriman.
Setelah seluruh pembayaran selesai, korban tidak pernah menerima barang yang dijanjikan. Upaya menghubungi penjual melalui telepon maupun pesan elektronik tidak membuahkan hasil, justru berujung pada ancaman yang menakutkan. Ancaman tersebut memicu korban melaporkan kasus ini ke Polsek Medan Kota, yang kemudian menambahkan unsur ancaman ke dalam laporan resmi.
Dalam proses penyelidikan, tim forensik digital Polsek Medan Kota menemukan bahwa rekening tujuan transfer merupakan bagian dari jaringan penipuan yang lebih luas. Rekening tersebut terdaftar atas nama pribadi yang tidak memiliki catatan usaha resmi, dan sejumlah transaksi serupa tercatat dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban bukan satu‑satunya yang menjadi sasaran modus penipuan berjenjang.
Koordinasi lintas wilayah menjadi aspek krusial dalam penyelesaian kasus ini. Karena sebagian jejak digital mengarah ke wilayah luar Medan, Polsek Medan Kota menjalin kerja sama dengan kepolisian setempat di kota-kota lain. “Karena transaksi dilakukan dari wilayah lain, kami akan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut,” tegas Tambunan. Pihaknya berharap kolaborasi ini dapat mempercepat penangkapan pelaku, mengamankan dana korban, serta mencegah terjadinya kerugian serupa di masa depan.
Selain menindaklanjuti kasus penipuan online ini, Polsek Medan Kota juga memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang bahaya transaksi digital yang tidak terverifikasi. Dalam sebuah sesi penyuluhan yang diadakan di balai kota, aparat kepolisian menekankan pentingnya memeriksa kredibilitas penjual, menggunakan metode pembayaran yang dapat dilacak, serta tidak mudah percaya pada tawaran yang terlalu menggiurkan.
Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi penegak hukum dalam mengatasi kejahatan siber yang terus berevolusi. Modus penipuan berjenjang, penggunaan ancaman psikologis, serta penyebaran melalui platform media sosial membuat deteksi dini menjadi semakin sulit. Oleh karena itu, pihak kepolisian menegaskan komitmen untuk meningkatkan kapasitas unit cyber crime, memperluas jaringan kerja sama antar lembaga, serta memperkuat regulasi yang melindungi konsumen digital.
Dalam beberapa hari ke depan, Polsek Medan Kota berencana mengadakan operasi gabungan dengan tim cyber crime dari kepolisian provinsi. Operasi ini akan difokuskan pada penelusuran IP address, analisis log server, serta penyitaan perangkat elektronik yang diduga menjadi sarana utama pelaku. Diharapkan, hasil penyelidikan dapat menghasilkan bukti kuat untuk proses peradilan serta mengembalikan sebagian dana yang hilang kepada korban.
Kasus penipuan online Rp10 juta ini menjadi pengingat bagi masyarakat Medan dan sekitarnya bahwa transaksi digital memerlukan kewaspadaan ekstra. Sementara itu, Polsek Medan Kota terus berupaya menyelesaikan kasus ini dengan profesionalisme tinggi, mengingat potensi dampak sosial yang besar apabila modus serupa tidak segera diatasi.
Kesimpulannya, penyelidikan kasus penipuan online di Medan Kota menunjukkan sinergi antara aparat kepolisian, teknologi forensik, dan partisipasi masyarakat. Dengan langkah-langkah konkret, diharapkan keadilan dapat ditegakkan, pelaku dapat ditangkap, dan rasa aman dalam bertransaksi online kembali terjalin bagi seluruh lapisan masyarakat.










