MA Darus Salam – 16 April 2026 | Jumat, 15 April 2026 – Halaman depan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pati menjadi saksi resmi pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) antara Kepala Sekolah lama, Moh Kodri, S.Pd., S.Kom., M.Pd., dengan penerusnya, Arif Baehaqi, S.Pd., M.Si. Acara yang berlangsung khidmat ini menandai pergantian pimpinan sekaligus harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Pati, Jawa Tengah.
Acara sertijab dilaksanakan di halaman utama MAN 2 Pati dan dihadiri oleh jajaran guru, tenaga kependidikan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, para pengawas madrasah, serta kepala madrasah se‑eks Karesidenan Pati. Suasana khidmat semakin terasa ketika kedua belah pihak menandatangani berita acara serta menukar memori jabatan sebagai simbol transisi kepemimpinan.
Dalam sambutan resmi, Moh Kodri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga madrasah yang telah mendukungnya selama masa kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya melanjutkan program‑program strategis yang telah dirintis, sekaligus mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi demi kemajuan peserta didik. “MAN 2 Pati memiliki potensi besar. Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Arif Baehaqi, madrasah ini akan semakin maju dan berprestasi,” ujar Kodri dengan penuh keyakinan.
Beranjak ke pihak penerus, Arif Baehaqi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program prioritas serta memperkuat budaya madrasah yang religius, inovatif, dan berkarakter. Ia juga mengajak seluruh guru dan pegawai untuk bersolidaritas dalam membangun MAN 2 Pati yang lebih baik. “Mohon dukungan dan kolaborasi semua pihak. Mari kita jaga amanah ini bersama demi kemajuan peserta didik dan nama baik madrasah,” kata Arif dalam pidatonya.
Arif juga menyampaikan rasa terima kasih khusus kepada jajaran guru MAN Purworejo yang hadir dan mengantar beliau ke MAN 2 Pati. Ia menambahkan, “Hampir seratus orang naik dua bus langsung dari Purworejo. Alhamdulillah, kami bertambah saudara di Pati,” ungkapnya, menandakan ikatan kerjasama antar madrasah di wilayah Jawa Tengah.
Sebelum ditempatkan di MAN 2 Pati, Arif Baehaqi menjabat sebagai Kepala MAN Purworejo. Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal penting dalam mengelola tantangan dan peluang di lingkungan baru. Sementara itu, Moh Kodri akan kembali melaksanakan tugas di MAN 1 Pati, melanjutkan jejak kepemimpinannya di institusi pendidikan lain.
Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaiku, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Moh Kodri selama menjabat di MAN 2 Pati. “Dedikasi dan kerja keras beliau luar biasa. Prestasi yang diraih tidak hanya dirasakan oleh internal madrasah, melainkan juga oleh masyarakat luas,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya adaptasi cepat kepala madrasah baru serta inovasi berkelanjutan untuk peningkatan mutu pendidikan.
Berbagai program strategis yang diharapkan terus berlanjut antara lain:
- Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan workshop inovatif.
- Penguatan nilai religius melalui peningkatan kualitas pengajaran agama dan kegiatan keagamaan.
- Penerapan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar, termasuk penggunaan platform daring untuk memperluas akses materi.
- Pengembangan ekstrakurikuler yang berorientasi pada karakter, seperti lomba keilmuan, seni, dan olahraga.
- Peningkatan fasilitas fisik madrasah, termasuk laboratorium sains dan perpustakaan digital.
Semua inisiatif tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan era digital serta meningkatkan hasil belajar peserta didik. Arif Baehaqi menegaskan, “Kami tidak hanya ingin mempertahankan prestasi, melainkan melampauinya dengan inovasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.”
Para guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Pati menyambut baik kepemimpinan baru. Sebagian mengungkapkan harapan agar program‑program yang telah berjalan dapat dipertahankan, sekaligus menantikan ide‑ide segar yang dapat memperkaya lingkungan belajar. “Kita semua memiliki peran penting. Dengan kerja sama yang solid, kami yakin dapat mewujudkan visi madrasah menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam di Jawa Tengah,” kata seorang guru senior.
Secara keseluruhan, serah terima jabatan ini tidak hanya sekadar formalitas administratif, melainkan menjadi momentum strategis bagi MAN 2 Pati untuk meneguhkan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berwawasan ke depan, berlandaskan nilai-nilai keislaman, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Dengan dukungan semua pemangku kepentingan, diharapkan MAN 2 Pati dapat terus mengukir prestasi dan menjadi contoh bagi madrasah lain di tingkat provinsi dan nasional.







