SMKN 1 Padaherang Pangandaran Resmi Miliki Masjid Jami Al‑Gandara, Bentuk Pusat Ibadah dan Pengembangan Karakter Siswa

Liana Ulrica

April 16, 2026

SMKN 1 Padaherang Pangandaran Resmi Miliki Masjid Jami Al‑Gandara, Bentuk Pusat Ibadah dan Pengembangan Karakter Siswa
SMKN 1 Padaherang Pangandaran Resmi Miliki Masjid Jami Al‑Gandara, Bentuk Pusat Ibadah dan Pengembangan Karakter Siswa

MA Darus Salam – 16 April 2026 | SMKN 1 Padaherang, sebuah sekolah menengah kejuruan yang terletak di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini menambah fasilitas penting bagi komunitasnya. Dengan jumlah siswa mencapai hampir dua ribu orang, sekolah tersebut berhasil mengabadikan impian memiliki masjid sendiri berkat dukungan seorang dermawan yang tidak disebutkan namanya. Masjid Jami Al‑Gandara resmi dibuka pada Rabu, 15 April 2026, dan diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus arena pembinaan karakter bagi para pelajar.

Acara peresmian berlangsung khidmat di lapangan sekolah, dihadiri oleh sejumlah tokoh militer dan pejabat pendidikan setempat. Komandan Korem 062/Tarumanagara, Kolonel Infanteri Dadi Sutandi, mewakili Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI, memberikan sambutan singkat yang menekankan pentingnya fasilitas keagamaan dalam lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa keberadaan masjid tidak hanya mendukung kebutuhan spiritual, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai‑nilai disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial di kalangan siswa.

Masjid Jami Al‑Gandara dibangun di lahan seluas sekitar 1.200 meter persegi yang sebelumnya merupakan area terbuka kampus. Desain arsitektur mengusung nuansa modern dengan sentuhan tradisional, menampilkan kubah berwarna putih mengkilap, menara setinggi 15 meter, serta ruang sholat utama yang dapat menampung hingga 600 jamaah. Interiornya dilengkapi dengan sistem audio canggih, pencahayaan LED hemat energi, serta ruang belajar Islam yang dapat difungsikan untuk pengajian, kajian Al‑Qur’an, dan pelatihan kepemimpinan.

Penggalangan dana untuk pembangunan masjid melibatkan kontribusi langsung dari dermawan lokal yang menginginkan peningkatan kualitas spiritual dan moral generasi muda. Menurut pihak sekolah, total dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 5 miliar, dengan sebagian besar berasal dari sumbangan pribadi, perusahaan daerah, serta inisiatif gotong‑royong warga sekitar. “Kami bersyukur atas kemurahan hati para donatur yang mengerti bahwa investasi pada sarana keagamaan adalah investasi pada masa depan bangsa,” ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Padaherang, Bapak Hadi Santoso.

Keberadaan masjid di lingkungan sekolah diyakini dapat mengoptimalkan jadwal ibadah harian siswa, mengurangi waktu perjalanan ke masjid terdekat, dan meningkatkan kehadiran jamaah pada sholat berjamaah. Selain itu, pihak sekolah berencana menyelenggarakan program rutin seperti kajian tematik, pelatihan adab, serta lomba hafalan Al‑Qur’an yang melibatkan seluruh tingkatan kelas. Program‑program tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas keagamaan sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan antar siswa.

Pengaruh positif dari fasilitas baru ini sudah dirasakan sejak pembukaan pertama. Beberapa guru melaporkan peningkatan disiplin dan motivasi belajar di antara siswa yang rutin mengikuti kegiatan keagamaan di masjid. “Saya merasa lebih terarah setelah melaksanakan sholat berjamaah di masjid sekolah. Ada rasa kebersamaan yang menular ke dalam kelas,” kata salah satu siswa kelas XII Teknik Mesin, Rudi Hartono.

Selain fungsi keagamaan, Masjid Jami Al‑Gandara juga direncanakan menjadi tempat penyelenggaraan acara sosial, seperti bakti sosial, donor darah, dan pelatihan keterampilan untuk warga sekitar. Hal ini sejalan dengan visi sekolah yang ingin menjadi pusat pembinaan karakter tidak hanya bagi siswanya, tetapi juga bagi masyarakat luas di Padaherang dan sekitarnya.

Dengan dukungan penuh dari pihak militer, pemerintah daerah, serta dermawan, proyek pembangunan masjid selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Penyerahan kunci masjid dilakukan secara simbolis oleh Kolonel Dadi Sutandi kepada Kepala Sekolah, menandakan transisi kepemilikan fasilitas ke institusi pendidikan.

Pembangunan masjid di SMKN 1 Padaherang menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan fasilitas publik yang mendukung kesejahteraan spiritual dan sosial. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menginspirasi sekolah‑sekolah lain di Jawa Barat untuk mengintegrasikan ruang ibadah dalam kampus mereka, sehingga generasi muda dapat tumbuh dengan nilai‑nilai keagamaan yang kuat serta karakter yang berintegritas.

Secara keseluruhan, Masjid Jami Al‑Gandara tidak hanya menambah satu bangunan baru di lingkungan SMKN 1 Padaherang, melainkan menjadi simbol komitmen bersama untuk menumbuhkan generasi yang beriman, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Related Post