MA Darus Salam – 17 April 2026 | Gunungkidul, 15 April 2026 – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunungkidul menggelar acara syawalan sekaligus pertemuan bulanan di kawasan wisata Pictniq Land, Patuk. Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi forum diskusi rutin, melainkan juga ajang memperkuat jaringan kerjasama antara pelaku usaha pariwisata dengan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Ketua BPC PHRI Gunungkidul, Sunyoto, menegaskan bahwa syawalan tahunan ini sengaja dipindah‑pindah lokasi. Menurutnya, strategi ini dimaksudkan untuk memperkenalkan destinasi‑destinasi baru yang potensial di wilayah Kabupaten Gunungkidul. “Kami ingin menampilkan keberagaman wisata lokal sekaligus memberi kesempatan bagi setiap daerah untuk tampil di panggung regional,” ujarnya. Sunyoto juga menekankan pentingnya kebersamaan di tengah persaingan bisnis, menambahkan bahwa solidaritas antar pelaku usaha akan menghasilkan sinergi yang lebih kuat dalam mengangkat citra pariwisata.
Pihak pengelola Pictniq Land, Antonio Suharwato, menyampaikan komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat setempat. Ia mengungkapkan bahwa hampir 90 % tenaga kerja di Pictniq Land berasal dari warga asli Kapanewon Patuk, sehingga keberadaan taman hiburan ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi komunitas lokal. “Kami berusaha menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tidak hanya sekadar penyedia hiburan,” jelas Antonio.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang hadir sebagai tamu kehormatan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi PHRI dan Pictniq Land. Dalam paparan data, Bupati menyoroti peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari sektor pariwisata. Hingga 14 April 2024, PAD pariwisata mencatat Rp18,5 miliar, melampaui capaian tahun sebelumnya yang hanya Rp7,5 miliar. Lonjakan hampir Rp12 miliar ini mencerminkan pertumbuhan lebih dari 60 % dalam satu tahun.
- PAD pariwisata 2023: Rp7,5 miliar
- PAD pariwisata 2024 (s.d. 14 April): Rp18,5 miliar
- Kenaikan: Rp11 miliar (≈147 %)
Endah Subekti menegaskan bahwa target tiga bulan pertama sudah mencapai 51 % dari target tahunan, sebuah pencapaian yang tidak lepas dari dukungan aktif PHRI dalam promosi dan pemasaran destinasi. “Keberhasilan ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain meninjau capaian keuangan, Bupati juga mengumumkan rencana inovatif menjelang peringatan Hari Kartini pada 21 April mendatang. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melibatkan sekitar 750 perempuan dalam aksi bersih‑bersih Pantai Krakal serta peninjauan pembangunan jogging track di area tersebut. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengelolaan ruang publik.
Endah Subekti juga menyoroti pentingnya diversifikasi layanan pariwisata. Ia mengajak pelaku usaha untuk membuka layanan hiburan yang eksklusif namun tetap mematuhi regulasi resmi, guna meningkatkan daya saing destinasi Gunungkidul di pasar nasional dan internasional. “Kita harus berinovasi tanpa mengorbankan legalitas. Hiburan yang terkelola dengan baik akan menarik lebih banyak wisatawan dan menciptakan nilai tambah bagi ekonomi daerah,” kata Bupati.
Acara berakhir dengan harapan bersama untuk membangun pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada kebersamaan. Semua pihak yang hadir menyepakati bahwa sinergi antara pemerintah, asosiasi usaha, dan pengelola destinasi merupakan kunci utama untuk mengoptimalkan potensi alam dan budaya Gunungkidul.
Ke depan, BPC PHRI berencana melanjutkan agenda syawalan di lokasi-lokasi strategis lain, sementara Pemerintah Kabupaten akan memperkuat program pelatihan bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pariwisata. Dengan komitmen bersama, diharapkan pertumbuhan PAD pariwisata akan terus meningkat, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Gunungkidul.
Kesimpulannya, pertemuan di Pictniq Land menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam memperkuat ekosistem pariwisata. Dukungan kuat dari Bupati, kepemimpinan PHRI, serta kontribusi pengelola destinasi menunjukkan sinergi yang produktif, menjanjikan peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas layanan wisata di Kabupaten Gunungkidul.











