MA Darus Salam – Memasuki tiga dekade pasca kelulusan, para alumni SMA A Wahid Hasyim (AWH) Tebuireng angkatan 1992 kembali bersua dalam rangkaian acara napak tilas dan halalbihalal yang berlangsung pada Sabtu dan Ahad, 18‑19 April 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Aula PG Tjoekir, Jombang, dengan tema “The Best Friends 4Ever” yang menggambarkan ikatan persahabatan yang tetap kuat meski waktu terus berjalan.
Acara dibuka pada Jumat malam dengan kedatangan sejumlah alumni yang datang dari berbagai kota, termasuk Surabaya, Malang, dan bahkan dari luar Jawa. Para peserta disambut oleh panitia yang telah menyiapkan dekorasi bernuansa tradisional sekaligus modern, menciptakan suasana hangat yang mengingatkan pada masa-masa menimba ilmu di pesantren.
Pada hari pertama, Sabtu 18 April, agenda utama dimulai dengan sambutan ketua panitia, Bapak Abdul Rahman, MA., yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antar generasi alumni. Ia menyampaikan bahwa napak tilas bukan sekadar nostalgia, melainkan sarana untuk berbagi pengalaman, menginspirasi generasi muda, dan memperkuat jaringan sosial yang dapat berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
Setelah sambutan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama di depan gedung aula, di mana para alumni berpose dengan seragam lama, baju koko, serta pakaian modern. Foto tersebut nantinya akan menjadi dokumentasi resmi yang akan dibagikan melalui media sosial resmi alumni.
Sesi berikutnya berisi pemutaran video dokumenter singkat yang menampilkan kenangan-kenangan masa SMA A Wahid Hasyim, termasuk momen belajar di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, serta perayaan hari-hari besar pesantren. Video ini berhasil membangkitkan emosi sekaligus menegaskan kembali nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan yang menjadi landasan pendidikan di Tebuireng.
Selanjutnya, para alumni dipersilakan untuk berbagi cerita secara bergantian. Beberapa di antaranya menceritakan perjalanan karier, seperti Bapak Ahmad Zaini yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional di sebuah perusahaan logistik nasional, serta Ibu Siti Nurhaliza yang menjadi dosen di Universitas Negeri Jombang. Cerita-cerita ini tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menegaskan bahwa nilai-nilai yang diperoleh di SMA A Wahid Hasyim tetap relevan dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Hari kedua, Ahad 19 April, difokuskan pada kegiatan halalbihalal. Sebuah jamuan makan bersama disajikan dengan menu khas Jawa Timur, termasuk nasi pecel, sate kambing, dan berbagai hidangan penutup tradisional. Selama makan bersama, para alumni saling bertukar kabar, merencanakan program kerja sama, dan membahas potensi kontribusi sosial, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu serta program pelatihan kewirausahaan di lingkungan pesantren.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Latif, M.A., yang mengajak semua peserta untuk terus menjaga ikatan persaudaraan dan berdoa agar generasi selanjutnya dapat meneladani semangat kebersamaan yang telah terbentuk selama ini. Setelah doa, para alumni mengucapkan terima kasih kepada panitia dan meninggalkan venue dengan harapan dapat mengulang pertemuan serupa di masa mendatang.
Napak tilas alumni ini tidak hanya menjadi ajang reuni, melainkan juga momentum strategis untuk memperkuat jaringan alumni, menggalang dana sosial, dan menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap institusi pendidikan yang telah melahirkan banyak pemimpin dan profesional berkualitas. Dengan semangat “The Best Friends 4Ever”, para alumni menegaskan komitmen mereka untuk terus berkontribusi pada pengembangan pesantren dan masyarakat luas.
Keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa ikatan alumni SMA A Wahid Hasyim tetap kokoh meski telah melintasi tiga dekade. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempererat persahabatan, tetapi juga menjadi platform bagi generasi muda untuk belajar dari pengalaman para alumni yang telah sukses di berbagai bidang.








