Pemkab Kulon Progo Percepat Pemeliharaan Jalan untuk Tingkatkan Mobilitas dan Keamanan Berkendara

Cyril Shaman

April 17, 2026

Pemkab Kulon Progo Percepat Pemeliharaan Jalan untuk Tingkatkan Mobilitas dan Keamanan Berkendara
Pemkab Kulon Progo Percepat Pemeliharaan Jalan untuk Tingkatkan Mobilitas dan Keamanan Berkendara

MA Darus Salam – 17 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali menegaskan komitmen dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan guna mendukung mobilitas warga sekaligus menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pada Kamis, 16 April 2026, Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, turun langsung ke lapangan bersama sejumlah pejabat daerah untuk meninjau progres pemeliharaan jalan di beberapa titik kritis.

Ambar Purwoko menekankan bahwa pemerataan perbaikan jalan menjadi prioritas utama. “Saya telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan alokasi anggaran dan perbaikan dilakukan secara merata di 12 kapanewon. Ini murni untuk kepentingan masyarakat. Mari kita bareng‑bareng, Guyub Rukun, Dadi Siji, Bangun Kulon Progo,” ujarnya sambil meninjau kondisi jalan yang masih berjejak luka lama.

Langkah percepatan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan warga yang telah lama menunggu perbaikan. Berdasarkan data internal, sejumlah ruas jalan belum mendapatkan pemeliharaan selama 5 hingga 15 tahun, mengakibatkan penurunan kualitas permukaan, munculnya lubang, serta peningkatan kecelakaan di titik‑titik rawan. Pemerintah menargetkan agar perbaikan tidak hanya meningkatkan kelancaran transportasi, tetapi juga secara signifikan menurunkan angka kecelakaan.

Berikut adalah ruas‑ruas jalan yang menjadi fokus pemeliharaan pada fase ini:

  • Palang KA Barat–Beji (Jalan Tentara Pelajar)
  • Dalangan–Siluwok
  • Garongan–Bojong
  • Depok–Bojong
  • Prembulan–Boro
  • Kenteng–Cangakan
  • Nanggulan–Girimulyo
  • Gendu–Giripurwo
  • Dengok–Giripurwo (termasuk jembatan)

Kapolres Kulon Progo, AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H., yang turut hadir dalam peninjauan, menyoroti pentingnya faktor keamanan jalan atau road safety. “Kondisi jalan yang berlubang kerap menjadi pemicu kecelakaan, baik karena kerusakan langsung maupun manuver kendaraan yang membahayakan,” kata Ridho. Ia menambahkan harapannya bahwa percepatan perbaikan ini akan menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman, tertib, dan minim risiko.

Secara teknis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulon Progo, Didik Wijanarko, memastikan bahwa seluruh proses pengerjaan akan diawasi ketat agar memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. “Kehadiran pimpinan daerah langsung ke lapangan adalah untuk memastikan kualitas pekerjaan. Kami juga memohon masyarakat ikut serta mengawasi proses ini agar hasilnya benar-benar awet dan bermanfaat bagi mobilitas warga,” ujar Didik.

Reaksi masyarakat setempat pun sangat positif. Nur Sumarudin, seorang warga dari Gupit, Karangsewu, Galur, menyatakan rasa syukurnya atas perbaikan yang telah dilaksanakan. “Alhamdulillah sekarang sudah baik, masyarakat sangat senang. Dulu jalannya rusak parah, mobil baru pun tidak bisa lewat. Sekarang sudah lancar. Semoga jalan‑jalan lain hingga pelosok juga segera diperbaiki,” katanya.

Percepatan pemeliharaan jalan ini diharapkan memberikan dampak multipel bagi kehidupan masyarakat Kulon Progo. Dari sisi ekonomi, perbaikan jalan dapat memperlancar distribusi barang, mengurangi biaya operasional kendaraan, dan membuka peluang investasi di wilayah yang sebelumnya terhambat oleh infrastruktur yang buruk. Dari sisi sosial, akses yang lebih baik ke layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas publik akan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Selain memperbaiki permukaan jalan, pemerintah juga menitikberatkan pada penguatan struktur jembatan dan drainase untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pentingnya ketahanan infrastruktur dalam menghadapi perubahan iklim.

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berencana melakukan evaluasi berkala terhadap semua ruas jalan yang telah diperbaiki, melibatkan stakeholder lokal, termasuk komunitas warga dan lembaga keamanan. Sistem pelaporan berbasis digital akan diintegrasikan untuk memudahkan masyarakat melaporkan kerusakan baru secara real‑time, sehingga proses perbaikan dapat direspons lebih cepat.

Dengan sinergi antara pejabat daerah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan program percepatan pemeliharaan jalan ini tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, melainkan fondasi berkelanjutan untuk mobilitas yang lebih baik dan keamanan berkendara yang lebih terjamin di Kulon Progo.

Related Post