Polri dan FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Rugi Rp340 Miliar!

Itlak Assala

April 16, 2026

Polri dan FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Rugi Rp340 Miliar!
Polri dan FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Rugi Rp340 Miliar!

MA Darus Salam – 16 April 2026 | Jakarta, 15 April 2026 – Bareskrim Polri bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) markasnya di Atlanta berhasil membongkar jaringan kejahatan siber internasional yang beroperasi sebagai supermarket alat phishing. Operasi gabungan ini menumpas infrastruktur digital yang dipakai para pelaku untuk mencuri kredensial akun secara massal, mengakibatkan kerugian total mencapai US$20 juta atau setara sekitar Rp340 miliar.

Penangkapan dua tersangka utama, yang diidentifikasi dengan inisial GWL dan FYTP, terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis 9 April 2026. GWL diduga menjadi pembuat dan pengelola platform w3ll.store (juga dikenal sebagai w3llstore.com), sementara FYTP mengatur aliran dana hasil kejahatan melalui mata uang kripto dan rekening bank. Kedua tersangka kini berada dalam tahanan dan sedang menjalani proses hukum.

Menurut pernyataan resmi Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Kadiv Humas Polri, jaringan ini menggunakan tools phishing canggih yang mampu menyedot data saat korban memasukkan username dan password, bahkan mencuri session login sehingga pelaku dapat mengakses akun tanpa memerlukan kode OTP. Alat tersebut disalurkan melalui bot Telegram dan dibayar menggunakan kripto, menjadikan proses transaksi hampir tidak terdeteksi oleh otoritas tradisional.

FBI Atlanta menegaskan bahwa penyitaan domain w3ll.store merupakan langkah krusial, karena situs tersebut berfungsi sebagai “supermarket” bagi para kriminal siber. Platform itu menyediakan beragam perangkat lunak berbahaya yang dapat dipakai untuk mencuri kredensial, mengakses akun bank, serta melakukan penipuan berbasis kripto.

Berikut rangkuman temuan penting dari operasi tersebut:

Elemen Detail
Kerugian total US$20 juta ≈ Rp340 miliar
Situs yang disita w3ll.store / w3llstore.com
Modus operandi Tools phishing via Telegram, pembayaran kripto
Jumlah tersangka utama 2 (GWL & FYTP)
Aset disita Rp4,5 miliar (rumah, kendaraan, elektronik)
Keuntungan tersangka Diperkirakan Rp25 miliar dari 2021‑2026

Korban phishing tidak hanya berasal dari dalam negeri, melainkan juga mencakup ribuan pengguna di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Identifikasi korban dilakukan secara simultan oleh tim siber Polri dan FBI, yang memanfaatkan data log jaringan serta analisis transaksi kripto.

Kerjasama ini menandai salah satu pencapaian paling signifikan dalam investigasi siber antara Indonesia dan Amerika Serikat. Irjen Johnny menilai bahwa keberhasilan operasi ini memberikan efek jera bagi jaringan kejahatan siber yang selama ini memanfaatkan celah yurisdiksi antarnegara.

Selanjutnya, penyidik terus memperluas penyelidikan untuk mengungkap jaringan pendukung, termasuk penjual skrip phishing, penyedia layanan hosting, serta para pembeli alat berbahaya. Tim forensik digital berencana melakukan operasi lanjutan di beberapa negara guna menutup sisa-sisa jaringan tersebut.

Kasus ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam memerangi kejahatan siber yang semakin kompleks. Dengan dukungan teknologi canggih serta pertukaran intelijen yang cepat, Polri dan FBI berharap dapat menurunkan angka kerugian yang diakibatkan oleh aksi phishing di masa mendatang.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi lembaga penegak hukum lain di dunia dalam memperkuat ekosistem digital global dan melindungi masyarakat dari ancaman siber yang terus berkembang.

Related Post