MA Darus Salam – 16 April 2026 | Jelang pelaksanaan ibadah haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan hampir semua persiapan teknis telah selesai. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa seluruh visa jemaah Indonesia telah terbit dan kartu Nusuk—identitas digital yang mengakses layanan di Arab Saudi—sudah berada di tanah air.
Menurut pernyataan Gus Irfan dalam konferensi pers pada 15 April 2026 di kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, “Persiapan alhamdulillah hampir 100 persen. Semua sudah kita siapkan.” Namun ia mengakui masih ada satu penyedia layanan (syarikah) yang kartunya tertahan di Bea Cukai, sehingga pemerintah tengah berupaya mempercepat pelepasan agar tidak menghambat keberangkatan.
- Visa: sudah diterbitkan untuk seluruh jemaah.
- Kartu Nusuk: sudah tiba di Indonesia, pending distribusi pada beberapa syarikah.
- Jadwal keberangkatan: 22 April – 21 Mei 2026.
- Proses pemulangan: 1 Juni – 1 Juli 2026.
Untuk mengantisipasi potensi keberangkatan tanpa visa, Kemenhaj bersama Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji. Satgas ini akan melakukan edukasi, pemantauan di bandara, serta koordinasi dengan Kementerian Imigrasi. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi mempercepat penerbitan paspor, termasuk membuka layanan tambahan pada akhir pekan.
| Gelombang | Tanggal Keberangkatan | Bandara Tujuan |
|---|---|---|
| Gelombang 1 | 22–30 April 2026 | Madinah (embarkasi YIA) |
| Gelombang 2 | 1–21 Mei 2026 | Jeddah (embarkasi lainnya) |
Di tingkat provinsi, kisah jemaah menambah warna tersendiri. Di Yogyakarta, sebanyak 3.830 calon haji akan berangkat, termasuk jemaah tertua berusia 102 tahun 3 bulan (Mardijiyono Karto Sentono) dan jemaah termuda berusia 14 tahun 2 bulan (Vania Ulayya). Jumlah jemaah pria mencapai 1.757 orang, sementara wanita 2.090 orang. Seluruh kloter akan berangkat dari Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), satu-satunya embarkasi berbasis hotel di Indonesia, dengan Hotel Ibis YIA yang disterilkan khusus untuk jemaah.
Tak hanya data statistik, terdapat pula cerita inspiratif. Di Kudus, pasangan pedagang gorengan Suriyah (55) dan Yanto (60) menabung selama 13 tahun dengan cara menyimpan uang di kaleng sebelum dipindahkan ke bank. Mereka berhasil mengumpulkan dana haji bagi diri sendiri melalui penjualan gorengan harian, dan kini bersiap berangkat pada kloter 41 dari Solo.
Di Yogyakarta, dua calon haji muda menorehkan kisah unik. Ashila Metta (23) mendaftar sejak kelas 6 SD bersama ibunya, dan kini bersama sang ibu akan menunaikan ibadah haji. Sementara Septia Qoiriah (23) berangkat menggantikan ayahnya yang meninggal lima tahun lalu, sekaligus mendampingi ibunya. Kedua wanita mengungkapkan rasa syukur dan harapan dapat melaksanakan ibadah dengan penuh khusyuk.
Presiden Republik Indonesia menekankan pentingnya keamanan jemaah, dan Menhaj menegaskan bahwa koordinasi dengan otoritas Arab Saudi terus dipertahankan. Selain akomodasi—177 hotel di Makkah dan 100 di Madinah—ketersediaan 51 dapur makan di Makkah serta 23 di Madinah, dan layanan kesehatan meliputi 40 klinik di Makkah dan 5 di Madinah, siap melayani ribuan jamaah.
Dengan hampir semua dokumen utama telah siap, satgas keamanan dibentuk, dan kisah-kisah pribadi yang menginspirasi, harapan besar menyelimuti jemaah haji 2026. Pemerintah berjanji akan terus memantau dan mengatasi hambatan teknis demi kelancaran perjalanan spiritual jutaan umat Islam Indonesia.
