MA Darus Salam – Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Pengurus Pesantren (IKAPETE) kembali menorehkan prestasi dengan menyelenggarakan agenda rutin “Ngopi & Ngaji 4 Bulanan” pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan santri, ustadz, serta tokoh agama terkemuka berlangsung di halaman bersejarah Pesantren Tebuireng, Jawa Tengah. Acara ini tidak hanya menjadi wadah diskusi keagamaan, melainkan juga sarana memperkuat jaringan antar pesantren se-Indonesia. Seluruh proses disiarkan secara langsung melalui kanal resmi Tebuireng Official, memungkinkan ribuan pemirsa virtual mengikuti setiap momennya.
Pengisi materi utama adalah KH. Musta’in Syafi’i, seorang ulama yang dikenal luas atas kemampuan da’wahnya yang hangat dan kontekstual. Dalam sesi Ngaji, beliau membahas tema “Kebijaksanaan Membaca Al‑Qur’an di Era Digital” dengan menekankan pentingnya memahami makna ayat secara mendalam, bukan sekadar membacanya. Pendekatan interaktif KH. Musta’in mengundang partisipasi peserta, yang diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan langsung. Hal ini menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan, mengingat banyak peserta masih berusia muda.
Acara juga dimeriahkan oleh kehadiran tokoh-tokoh ternama, antara lain KH. Abdul Hakim Machfudz, Prof. Dr. KH. Masykuri Bakri, serta beberapa pimpinan lembaga pendidikan Islam terkemuka. Pada sesi tanya jawab, para tokoh tersebut memberikan perspektif akademis dan praktis mengenai tantangan pendidikan pesantren di masa kini, termasuk integrasi teknologi, kurikulum berbasis karakter, dan upaya peningkatan kualitas tenaga pengajar. Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan dibawa kembali ke forum tingkat nasional IKAPETE.
Selain Ngaji rutin, Munas IKAPETE sekaligus merayakan peluncuran buku “Tafsir Surah Al‑‘Alaq” yang ditulis oleh tim akademisi pesantren berkolaborasi dengan penerbit ternama. Buku ini mengupas secara mendalam tafsir ayat-ayat pertama dalam Al‑Qur’an, menyoroti nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang relevan bagi generasi muda. Penulis utama, KH. Musta’in Syafi’i, menjelaskan bahwa tujuan penulisan adalah menyediakan sumber rujukan yang mudah dipahami namun tetap bersifat ilmiah, sehingga dapat menjadi referensi utama dalam kajian tafsir di lingkungan pesantren.
Peluncuran buku tersebut dihadiri oleh para ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, KH. Abdul Hakim Machfudz menekankan pentingnya literasi keagamaan yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan. Ia menambahkan, “Buku tafsir ini bukan sekadar karya ilmiah, melainkan jembatan penghubung antara tradisi klasik dan tantangan modern yang dihadapi umat Islam saat ini.” Reaksi positif turut mengalir dari para peserta, yang menyatakan antusiasme tinggi untuk mengimplementasikan insight buku dalam proses belajar mengajar di pesantren masing‑masing.
Secara administratif, agenda Munas ini menjadi bagian dari rangkaian program tahunan IKAPETE yang bertujuan memperkuat sinergi antar pesantren, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memfasilitasi pertukaran ilmu pengetahuan. Panitia menyampaikan bahwa agenda “Ngopi & Ngaji 4 Bulanan” akan terus dilaksanakan secara konsisten, dengan harapan menjadi tradisi yang memperkaya spiritualitas serta pengetahuan umat Islam di seluruh negeri.
Kesimpulannya, Munas IKAPETE pada tanggal 17 April 2026 berhasil menggabungkan kegiatan keagamaan, akademik, dan penerbitan dalam satu rangkaian acara yang komprehensif. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat IKAPETE dalam memajukan pendidikan pesantren serta menyebarkan nilai‑nilai Islami yang relevan dengan zaman. Dengan dukungan tokoh‑tokoh terkemuka dan partisipasi aktif santri, diharapkan inisiatif serupa akan terus berkembang, memperkuat jaringan keagamaan dan akademik di tingkat nasional.











